Mengejar mimpi dan belajar ilmu hubungan masyarakat di Australia. 

“Investasi dalam pendidikan akan selalu membuahkan keuntungan”

Kutipan dari Benjamin Franklin tersebut merupakan kalimat favorit saya, karena kutipan itu telah menjadi salah satu alasan mengapa saya memilih belajar di sini, di Universitas Deakin. Apakah berinvestasi untuk pendidikan itu mudah? Tentu saja tidak. Apakah perjuangan saya setimpal dengan manfaat yang saya dapatkan? Tentu saja iya.

Untuk memulai, perkenankan saya memperkenalkan diri. Nama saya adalah Putu Yesy Dinda Pniel tetapi kalian bisa panggil saya ‘Yesy’ untuk singkatnya. Saya berasal dari Indonesia dan saya belajar ilmu hubungan masyarakat di Fakultas seni Universitas Deakin yang terletak di Burwood.

Banyak alasan mengapa saya memilih ilmu hubungan masyarakat sebagai jurusan saya. Utamanya adalah karena berbicara di depan umum dan juga menulis adalah hobi saya sejak kecil. Saya termasuk anak yang lumayan cerewet saat masih kecil dan saya sering mengikuti lomba-lomba seperti lomba mengeja dalam bahasa Inggris, lomba debat dan sebagainya.

Selama tahun terakhir saya di SMA, saya sempat melakukan beberapa pengamatan tentang masa depan saya – apa yang bisa saya lakukan dengan hobi saya. Setelah menghabiskan lumayan banyak waktu, saya memutuskan bahwa ilmu hubungan masyarakat sangatlah cocok dengan saya dan saya yakin ini sesuatu yang harus saya kejar.

Saya meminta ijin kepada ayah saya untuk bersekolah di Melbourne dan beliau setuju. Selanjutnya saya belajar di Deakin College Jakarta selama 8 bulan dengan program percepatan. Saya mendapatkan beasiswa dari Navitas Academic Merit Scholarship saat saya belajar di Deakin College, dan dua minggu setelah saya menyelesaikan studi saya di Jakarta saya terbang ke Melbourne untuk melanjutkan studi saya ke Universitas Deakin.

Dan disini saat dimana keaadan menjadi menantang.

Menjelajahi Great Ocean Road di Australia

Menjelajahi Great Ocean Road di Australia

Dua minggu pertama di Australia sangatlah berat bagi saya. Saya menyadari bahwa tinggal di luar negeri, sendirian, tidaklah mudah. Saya harus belajar banyak hal, terutama menyesuaikan perbedaan budaya antara Australia dan Indonesia, dan juga hal-hal kecil, seperti mencuci baju sendiri. Disamping kesulitan yang saya hadapi selama belajar di Deakin, saya tetap menikmati waktu saya disini.

Disamping kesulitan yang saya hadapi selama belajar di Deakin, saya tetap menikmati waktu saya disini.

Seiring berjalannya waktu, saya berusaha mengambil pekerjaan paruh waktu, bertemu teman-teman baru, mengikuti organisasi siswa, mengunjungi tempat-tempat baru, berpartisipasi dalam program mentor siswa, dan lain sebagainya.

Bersama teman-teman program mentor

Bersama teman-teman program mentor

Setelah belajar selama dua tahun di Deakin, ini adalah trimester saya di tempat ini. Saya akan lulus di bulan Desember, dan saya akan tetap berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Perjalanan saya selama tinggal di Melbourne dan belajar di Deakin membantu saya bertumbuh dan ini adalah pengalaman berharga yang tidak akan pernah saya tukar dengan apapun juga.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai belajar di Deakin dan untuk melihat berbagai program studi yang ditawarkan, kunjungi halaman untuk siswa international kami.

Navigator-enquiry banner-12-11-15